|

Uji Petik Kunjungan Lapangan Dalam Rangka Persiapan Penyediaan Fasilitas Wisma Atlet Yang Ramah Bagi Penyandang Disabilitas


Dalam  rangka  uji petik gender infrastruktur kesiapan sarana dan  prasarana yang responsive  untuk peserta Paralimpic Games dalam penyelenggaraan Asian Games XVIII-2018, pada tanggal 16 Maret 2017 Tim PUG-PUPR telah melakukan kunjungan ke Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara. Acara kunjungan lapangan dipimpin oleh SAM-PUPR Bidang Sosbud dan Peran Masyarakat  didampingi oleh wakil dari Dit. Perencanaan Penyediaan Perumahan (KSD Keterpaduan Perencanaan, dan staf), Unit Sekretariat  (Ibu Ineke dan Ibu Lilla), SNVT P4SBPUPR Lainnya (Ibu Eka dan Pak Hariyadi). Tim diterima oleh PPK  Rumah Susun Bertingkat Tinggi 2 (Bapak Dito) dan para pejabat pelaksana pembangunan Wisma Atlet Kemayoran yaitu dari Konsultan Perencana dan Manajemen Konstruksi.

 Acara kunjungan diawali dengan penjelasan dari Konsultan dan PPK Rusun , dan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Tower 7  yang merupakan salah satu dari 3 (tiga) tower yang diperuntukkan bagi Penyandang Disabilitas (PD), dengan melihat kelengkapan aksesibilitas sarana bagi  Penyandang Disabilitas.

Gambaran Umum :

  1. Di Wisma Atlet Kemayoran terdapat 7 (tujuh ) tower, dimana dari 7 (tujuh) , tower tersebut, tower 5,6 dan 7 digunakan untuk atlet Penyandang Disabilitas. Kelengkapan fasilitas  untuk penyandang disabilitas ini dilakukan dengan merubah beberapa konstruksi bangunan yang semula tidak diperuntukkan bagi  atlet Paralimpic Games.
  2. Adapun perkiraan jumlah atlet seluruhnya 3000 orang , atlet Penyandang Disabilitas kursi roda  sebanyak 1.200 orang, dan official 300 orang

Beberapa fasilitas bangunan gedung Wisma Atlet yang  disesuaikan dari kondisi  semula,  yaitu :

  1. Fasilitas kamar  :
  • Tersedia  kamar yang aksesibel  untuk disabilitas dari penyandang kursi roda, dan dilengkapi dengan kamar untuk 1 orang  pendamping.
  • Dilengkapi dengan kamar mandi  khusus bagi pengguna kursi roda, ramp ke kamar mandi dan pintu yang lebar 
  • Untuk disabilitas lainnya seperti tunanetra hanya perlu diberitahukan pada saat awal untuk mengenali kondisi ruangan dengan fasilitasnya,  
  1. Lift yang aksesibel untuk pengguna kursi roda, tunanetra, dilengkapi dengan  handrail, tombol braille, dan speaker
  2. Toilet laki- laki dan perempuan yang masing-masing tersedia untuk penyandang disabilitas dan ditambahkan ramp untuk penyesuaian aksesnya
  3. Tanda pengarah untuk tuna netra
  4. Tanda pengamanan bila terjadi kebakaran