Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2018 kategori Mentor


Komitmen Infrastruktur Responsif Gender, Kementerian PUPR Kembali Raih Anugerah Parahita Ekapraya 

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2018 kategori Mentor yang merupakan tingkat tertinggi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (PPPA). Penghargaan diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri PPPA Yohana Yembise kepada Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, (18/12/2018). 

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas komitmen dan peran kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah yang telah berupaya dan berkomitmen melaksanakan pembangunan PPPA melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG). Pemberian penghargaan APE 2018 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-90 Tahun 2018.

Sekjen PUPR Anita Firmanti mengatakan pembangunan infrastruktur yang menjadi tugas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), berupaya untuk mengadopsi pengarusutamaan gender (PUG) agar infrastruktur dapat diakses dan memiliki fasilitas ramah bagi perempuan, anak-anak dan difabel. 

Salah satunya adalah dalam pembangunan dan renovasi Kompleks GBK yang menjadi venue Asian Games ke-18 dan Asian Para Games ke-3 tahun 2018 telah dilengkapi fasilitas untuk penyandang disabilitas. Selain itu Kementerian PUPR juga merenovasi  1.000 kamar di Wisma Atlet Kemayoran yang digunakan para atlet Asian Para Games juga telah dilengkapi fasilitas difabel seperti penambahan ramp grab bar kamar mandi untuk pengguna kursi roda. 

Kementerian PUPR juga telah berhasil menerbitkan berbagai peraturan yang bersifat responsif gender. Misalnya dalam pedoman pelaksanaan program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS), pengelolaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) juga melibatkan peran aktif perempuan.

“Selain tantangan penyediaan fasilitas infrastruktur yang dapat diakses semua orang, tantangan lainnya adalah peluang yang sama bagi kaum wanita dalam  keterlibatan pembangunan infrastruktur,” kata Sekjen Anita Firmanti yang didampingi Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Luthfiel Annam Achmad. 

Kesetaraan peran pria dan wanita di Kementerian PUPR dalam pembangunan infrastruktur, salah satunya adalah saat ini dari 16 Pejabat Tinggi Madya, 3 diantaranya merupakan wanita yakni Sekjen Anita Firmanti, Kepala BPSDM Lolly Martina Martief, dan Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya Baby Setiawati Dipokusumo. Satu hal yang unik mengingat karakteristik tugas Kementerian PUPR yang sarat akan tugas lapangan.

Tahun sebelumnya Kementerian PUPR juga meraih penghargaan APE yakni tahun 2008 untuk Kategori Pratama, Tahun 2009-2010 untuk Kategori Madya, Tahun 2011-2013 untuk Kategori Utama dan Tahun 2014-2016 untuk Kategori Mentor. (*)

 

 

Sumber : Biro Komunikasi Publik
                Kementerian PUPR