Monitoring dan Evaluasi PPRG PHJD Provinsi Jawa Tengah


Monitoring Evaluasi ini mengacu pada Program Manajemen Manual Program Hibah Jalan Daerah (PMM PHJD) dengan fokus utama kegiatan PHJD di Prov. Jawa Tengah diantaranya Jalan Berkeselamatan, pembinaan kelompok sadar wisata, pembentukan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ). Hasil pertemuan dengan Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah serta monitoring evaluasi, antara lain:

  1. Revisi perbaikan untuk pemilihan isu kesenjangan kegiatan penanganan jalan dan Analisa Gender (GAP) yang belum tepat/akurat. Hasil perbaikan akan dikirim ke sekretariat PUG PUPR melalui e-mail.
  2. Program/kegiatan non fisik yaitu sosialisasi gender, PUG dan pelatihan PPRG baru akan disusun PPRG.
  3. Masih terbatasnya pengertian tentang Gender, PUG dan tata cara menyusun PPRG terutama bagi OPD Dinas Bina Marga Cipta Karya Prov Jateng. Rekomendasi dari Dinas Bina Marga Cipta Karya bahwa perlu diadakan sosialisasi Gender, PUG dan PPRG bagi seluruh anggota FLLAJ serta khusus pelatihan Penyusunan PPRG PHJD, yang diusulkan di bulan Januari/Februari tahun 2023
  4. monitoring evaluasi pada 3 paket perkejaan yaitu Pengerjaan marka dan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) untuk ruas Teluk Bayur – Nipah – Purus, Pemeliharaan Rutin Jalan di ruas Jalan Kretek  –  Sapuran, Pemeliharaan Rutin Jalan di ruas Dieng – Parikesit, dengan hasil monev pelaksanaan PPRG sebagai berikut:
  • Kegiatan Pemeliharaan rutin pada dasarnya sudah disosialisasikan bagi seluruh kelompok masyarakat yang terkait di ruas-ruas jalan ketiga paket tersebut diatas termasuk perempuan, lansia, MBR dan penyandang disabilitas.
  • Peluang lapangan pekerjaan dengan upah yang sama juga sudah diberikan bagi seluruh kelompok masyarakat, hasil kunjungan lapangan menunjukkan bahwa keterlibatan  kelompok perempuan  30% s.d 60 %, lansia 0%, Penyandang disabilitas 6%.
  • Alasan Kelompok lansia tidak mau terlibat, begitu pula kelompok penyandang disabilitas tidak mau ikut terlibat karena tidak percaya diri dan merasa punya keterbatasan tertentu seperti rendah diri untuk tampil di depan umum.

 

  1. Kabupaten Wonosobo

Pertemuan dengan Dinas PU dan Penataan Ruang Kab, Wonosobo serta dengan OPD terkait Dinas PPKB, dengan hasil monev penyusunan PPRG Penanganan jalan menunjukkan bahwa masih terdapat kesalahan/ketidak akuratan dalam mengidentifikasi issu, Rencana aksi serta penyusunan indikator output dan outcome. Tim PUG PUPR telah memberi masukan perbaikan sesuai pedoman yang berlaku, dan akan disusun Analisis Gender dan GBS untuk penanganan jalan dan hasil monev pelaksanan PPRG antara lain :

  1. Informasi dan peluang keterlibatan tenaga kerja bagi seluruh kelompok masyarakat untuk kegiatan pemeliharaanrutin sudah diberikan terutama bagi perempuan, lansia, disabilitas dengan upah yang sama.
  2. Berdasarkan kenyataan dilapangan untuk kegiatan pemeliharaan rutin keterlibatan kelompok perempuan 20%, lansia 0% dan disabilitas 0%. Dengan beberapa alasan bagi perempuan sibuk urusan rumah tangga, bagi lansia dan disabiltas tidak mau terlibat karena medan/lapangan lokasi yang dianggap membahayakan mereka (lokasi jalan luar kota yang padat dengan kendaraan angkutan berat/truk)
  3. Kegiatan fasilitas pedestrian tidak tersedia di Kab. wonosbo.Kegiatan fasilitas ZOS, rambu dan marka jalan telah dilaksanakan di beberapa lokasi fungsi persil sekolah dasar, SMP dan SMA
  4. Kegiatan sosialisasi/kebijakan publik tentang PHJD, Gender, PUG telah dilaksanakan Oleh Dinas PPKB di tingkat anggota FLLAJ sampai dengan tingkat desa.